Selasa, 27 September 2016

STEREOKIMIA

A.    Pengertian Stereokimia
Stereokimia adalah studi mengenai molekul-molekul dalam ruang tiga dimensi, yakni bagaimana atom-atom dalam sebuah molekul ditata dalam ruangan satu relatif terhadap yang lain. Perbedaan stereokimia dengan isomer struktur adalah jika isomer struktur rumus molekulnya sama namun struktur dan sifatnya berbeda, sedangkan stereokimia posisi atom-atom dalam sebuah molekul sama namun arah orientasinya yang berbeda.
B.     Variasi Struktur Senyawa Organik
·         Variasi jenis dan jumlah atom penyusun molekul.
·         Variasi urutan atom yang terikat satu sama lain dalam suatu molekul.
·         Variasi penataan atom penyusun molekul dalam ruang 3 dimensi yang dikarenakan ketegaran (rigidity) dalam molekul
C.     Stereoisomer
Stereoisomer adalah suatu molekul yang mempunyai pelekatan atom yang sama tetapi berbeda susunan atomnya diruangan 3 dimensi. Dalam stereoisomer, atom yang menghasilkan isomer berada pada posisi  yang sama namun memiliki pengaturan keruangan yang berbeda.oleh karena itu, Dalam stereoisomer menggunakan isomer geometrik karena variasi penataan atom suatu molekul dalam ruang 3 dimensi.

D.    Isomer Geometri
a.       Jenis, jumlah dan urutan atom yang terikat satu sama lain dalam suatu molekul sama, maksudya disini adalah dalam hal posisinya
b.      Variasi penataan atom penyusun molekul dalam ruang 3 dimensi yang dikarenakan ketegaran (rigidity) dalam molekul, maksudnya disini adalah dalam hal arah orientasinya.
1)      Isomer geometri pada hidrokarbon tak jenuh rantai terbuka.
Etena adalah salah satu contoh hidrokarbon tak jenuh rantai terbuka. Alkena termasuk dalam hibridisasi sp2, sehingga dalam struktur molekulnya terdapat 3 ikatan sigma dan 1 ikatan phi. Ikatan sigma terjadi akibat adanya tumpang tindih elektron dari 2 atom C yang berbeda. Ikatan phi berisi pasangan elektron bebas, sehingga menyebabkan atom H tidak bisa bergerak bebas
}  Isomer geometri cis dan trans
Cis memiliki posisi yang berbeda namun arah orientasinya sama
Contoh :
 

Cis-2-butena 
Trans memiliki posisi yang berbeda sekaligus arah orientasi yang berbeda pula. 
Contoh : 

Trans-2-butena
}  Isomer Geometri E dan Z
Isomer geometri E dan Z menggunakan aturan Chan-Ingold-Prelog yakni gugus pada tiap atom C diberi prioritas tinggi atau rendah.
·         Atom dengan nomor atom lebih tinggi mempunyai prioritas lebih tinggi
F   Cl   Br   I
Prioritas tinggi
·         Isotop dengan nomor massa lebih tinggi mempunyai prioritas lebih tinggi
·         Jika kedua atom identik maka atom berikutnya digunakan untuk menentukan prioritas
·         Atom dengan ikatan rangkap 2 atau 3 setara dengan 2 atau 3 kali ikatan tunggal
·      Makin teroksigenasi prioritas semakin tinggi
Ada 3 macam oksidasi :
1.      Kenaikan biloks
2.      Pelepasan hidrogen
3.      Penangkapan oksigen
Jika 1 dari kedua atom C ikatan rangkap berada pada satu sisi maka termasuk kedalam  isomer Z (zusammen = bersama). Namun Jika 1 dari kedua atom C ikatan rangkap berada pada sisi yang berbeda maka termasuk kedalam isomer E (entgegen = bersebrangan) .
Contoh :
 
Bromin mempunyai prioritas CIP yang lebih tinggi daripada klorin, sehingga alkena ini merupakan isomer Z.
1)      Isomer geometri pada hidrokarbon jenuh rantai terbuka.
Pada hidrokarbon jenuh rantai terbuka rintangan perputaran atom – atom tidak sebesar rintangan atom – atom yang terikat pada atom C ikatan rangkap. Ikatan s masih memungkinkan atom – atom yang terikat pada atom C untuk berputar sehingga menyebabkan penataan atom dalam suatu molekul dapat berbeda yang disebut dengan konfomer. Konfomer terdiri dari 2 macam yaitu konfomer goyang dan konfomer eklips.
 


Konformasi goyang memiliki energi yang rendah sedangkan konformasi eklips memiliki energi yang tinggi. Walaupun dalam suatu molekul terdapat beberapa kali konformasi goyang atau eklips namun setiap berkonformasi memiliki arah orientasi yang berbeda.
1)      Isomer geometri pada hidrokarbon siklik.
Pada hidrokarbon siklik rintangan perputaran atom – atom tidak sebesar rintangan atom – atom yang terikat pada atom C ikatan rangkap, tetapi lebih besar dari pada rintangan pada hidrokarbon rantai terbuka karena adanya pengaruh regangan sudut. Dalam sikloheksana dikenal subtituen aksial dan ekuatorial.
Aksial yaitu  ikatan pada salah satu hidrogen terletak dalam bidang cincin
Ekuatorial yaitu  ikatan ke hidrogen lain yang tegak lurus pada sumbu

Trans-1,2-dimetilsikloheksana lebih stabil karena pada kedua substituen pada posisi ekuatorial (e,e).
1)      Isomer geometri pada hidrokarbon yang mempunyai pusat kiral
Atom kiral adalah atom yang mengikat gugus yang semuanya berbeda. Bila dalam suatu molekul terdapat satu pusat kiral maka akan terdapat dua stereoisomer dari senyawa tersebut yang dikenal dengan istilah enantiomer.
a.       Sepasang enantiomer merupakan bayangan cermin satu terhadap yang lainnya.
b.      Kedua enantiomer tidak bisa ditumpangtindihkan setelah dilakukan operasi simetri apapun.
Bila dalam satu molekul terdapat lebih dari satu pusat kiral maka akan terdapat lebih dari satu pasang enantiomer yang disebut diastereoisomer/diastereomer

 





 



7 komentar:

  1. Assalamuailaikum Novi saya ingin bertanya tentang Isotop dengan nomor massa lebih tinggi mempunyai prioritas lebih tinggi itu apa maksudnya, karena saya kurang mengerti dan berikan contoh nya ?terima kasih

    BalasHapus
  2. waalaikumsalam nina, isotop dengan nomor massa yang lebih tinggi maksudnya atom tersebut memiliki nomor atom yang sama namun nomor massa nya berbeda, contoh nya seperti atom hidrogen yang mempunyai 3 isotop yaitu protium,deuterium,dan tritium yang sama sama memiliki nomor atom satu namun nomor massa nya berbeda yaitu 1,2,dan 3. sehinnga atom dengan nomor massa yang lebih tinggi mempunyai prioritas yang lebih tinggi.

    BalasHapus
  3. assalamualaikum wr. wb
    saya Nia Paramita (A1C115015)
    didlam postingan anada terpadat pernyataan bahwa Kedua enantiomer tidak bisa ditumpangtindihkan setelah dilakukan operasi simetri apapun. mengapa kedua enantiomer tersebut tidak bisa bertumpang tindih???
    terimakasih

    BalasHapus
  4. waalaikumsalam nia
    saya akan menjawab pertanyaan anda, karena Enantiomer adalah dua stereoisomer yang mana memperlihatkan tidak dapat dihimpitkan terhadap bayangan cerminnya. sehingga Kedua enantiomer tidak bisa ditumpangtindihkan setelah dilakukan operasi simetri apapun. terimakasih

    BalasHapus
  5. Assalamualaikum novi
    Saya kurang mmengerti tentang Isomer geometri E dan Z menggunakan aturan Chan-Ingold-Prelog yakni gugus pada tiap atom C diberi prioritas tinggi atau rendah.bisa tolong jelaskan dan berikan contohnya
    Terima kasih

    BalasHapus
  6. waalaikumsalam fitri
    saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda, seperti yang telah saya jelaskan diatas Isomer geometri E dan Z menggunakan aturan Chan-Ingold-Prelog yakni gugus pada tiap atom C diberi prioritas tinggi atau rendah. dimana aturan aturan yang harus digunakan ialah sebagai berikut :
    · Atom dengan nomor atom lebih tinggi mempunyai prioritas lebih tinggi
    F Cl Br I
    Prioritas tinggi
    · Isotop dengan nomor massa lebih tinggi mempunyai prioritas lebih tinggi
    · Jika kedua atom identik maka atom berikutnya digunakan untuk menentukan prioritas
    · Atom dengan ikatan rangkap 2 atau 3 setara dengan 2 atau 3 kali ikatan tunggal
    · Makin teroksigenasi prioritas semakin tinggi
    Jika 1 dari kedua atom C ikatan rangkap berada pada satu sisi maka termasuk kedalam isomer Z (zusammen = bersama). Namun Jika 1 dari kedua atom C ikatan rangkap berada pada sisi yang berbeda maka termasuk kedalam isomer E (entgegen = bersebrangan) .
    contoh nya telah saya jelaskan diatas. terimakasih

    BalasHapus
  7. assalamualaikum novi, sedikit menambahkan
    Ada beberapa pendapat mengenai sterokimia menurut para ahli,yaitu:
    1. Jean-Baptiste Biot (1774-1862)
    Sejarah stereokimia dimulai pada 1815 ketika Biot melakukan eksperimen menggunakan “cahaya terpolarisasi.” Lampu biasa terdiri dari cahaya bergetar. Namun, ketika lampu biasa disaring, sebuah cahaya tunngal terpolarisasi diperoleh. Biot melewatkan sinar terpolarisasi melalui berbagai larutan dan mencatat bahwa larutan tertentu seperti gula dapat memutar cahaya terpolarisasi. Dia juga menemukan tingkat rotasi adalah ukuran langsung dari konsentrasi dari larutan.

    2. Louis Pasteur (1822-1895)
    Pada tahun 1848 Pasteur memisahkan zat optik tidak aktif (asam tartarat) menjadi dua komponen optik aktif. Setiap komponen optik aktif memiliki sifat identik dengan asam tartarat (kepadatan, titik lebur, kelarutan, dll) akan tetapi salah satu komponen diputar cahaya terpolarisasi searah jarum jam (+) sedangkan komponen lain diputar cahaya terpolarisasi dengan jumlah yang sama berlawanan (-). Pasteur membuat proposal yang masih berdiri sebagai dasar stereokimia: Molekul-molekul kembar asam tartarat adalah bayangan cermin satu sama lain.
    Penelitian tambahan oleh Pasteur mengungkapkan bahwa salah satu komponen dari asam tartrat dapat dimanfaatkan untuk gizi oleh mikro-organisme tetapi yang lain tidak bisa. Berdasarkan percobaan ini, Pasteur menyimpulkan bahwa sifat biologis zat kimia tidak hanya tergantung pada sifat dari atom yang terdiri dari molekul tetapi juga pada cara di mana atom-atom ini tertata dalam ruang.

    3. Jacobus van’t Hoff (1852-1911)
    Pada tahun 1874 sebagai mahasiswa di Universitas Utrecht, van’t Hoff mengusulkan karbon tetrahedral. Proposal didasarkan pada bukti dari jumlah isomer: Konversi CH4 menjadi CH3Y (Y = Cl, Br, F, I, OH, dll) menghasilkan hanya satu struktur. Ketika CH3Y diubah menjadi CH2YZ (CH2Cl2, CH2ClBr, CH2BrF, dll), hanya satu struktur yang pernah diamati.

    4. Emil Fisher (1852-1919)
    Pada tahun 1894 Fisher dilakukan salah satu prestasi paling luar biasa dalam sejarah kimia: Dia mengidentifikasi 16 stereoisomer untuk aldohexoses (C6H12O6), anggota yang paling menonjol yang D-glukosa.
    Fisher menggunakan representasi silang (sekarang disebut Fisher proyeksi) untuk membedakan bentuk tiga dimensi. Proyeksi Fisher ditampilkan untuk D dan Lglucose (D / L inovasi lain Fisher).

    5. Vladmir Prelog (1906-1998)
    Prelog dianugerahi Hadiah Nobel dalam bidang kimia (1975) untuk penelitian stereokimia alkaloid, antibiotik, enzim, dan senyawa alam lainnya. Dia merancang perbedaan stereokimia digunakan saat ini untuk konfigurasi gambar cermin: R / S sebutan untuk enantiomer dan Z / E untuk isomer geometris.

    BalasHapus