Hibridisasi adalah berpindahnya electron
dalam orbital-orbital atom membentuk orbital hibrid yang baru .
Hibridisasi sp3 Nitrogen
konfigurasi keadaan dasar nitrogen adalah 1s2 2s2 2px1 2py1 2pz1 . kemudian akan tereksitasi memindahkan elektron 2s ke orbital 2p membentuk 4 ikatan sigma. Empat ikatan ini memiliki panjang dan kuat ikat yang sama. Sebelum berikatan energinya tinggi, dan setelah berikatan energinya rendah. contoh senyawa nitrogen yang terhibridisasi sp3 adalah NH3 . dengan bentuk molekul piramida trigonal.
konfigurasi keadaan dasar nitrogen adalah 1s2 2s2 2px1 2py1 2pz1 . kemudian akan tereksitasi memindahkan elektron 2s ke orbital 2p membentuk 4 ikatan sigma. Empat ikatan ini memiliki panjang dan kuat ikat yang sama. Sebelum berikatan energinya tinggi, dan setelah berikatan energinya rendah. contoh senyawa nitrogen yang terhibridisasi sp3 adalah NH3 . dengan bentuk molekul piramida trigonal.
Hibridisasi sp2 Nitrogen
Nitrogen akan melakukan
hibridisasi sp2 karena orbtial-orbital hibrid akan
membentuk 3 . ikatan sigma dan satu ikatan pi. hibridisasi sp2 akan membentuk ikatan rangkap 2 seperti pada alkena. Pada hibridisasi
sp2, orbital 2s akan bergabung dengan dua orbital
2p dengan satu orbital p
tersisa.
Hibridisasi sp Nitrogen
Hibridisasi sp akan membentuk ikatan rangkap 3 seperti alkuna.pada hibridisasi sp orbital 2s hanya bergabung dengan satu orbital-p, dan menyisakan dua orbital p. kemudian akan membentuk 2 ikatan sigma dan 2 ikatan pi.
Hibridisasi sp3 Oksigen
konfigurasi keadaan dasar Oksigen adalah 1s2 2s2 2px2 2py1 2pz1 . kemudian akan tereksitasi memindahkan elektron 2s ke orbital 2p membentuk 4 ikatan sigma. Empat ikatan ini memiliki panjang dan kuat ikat yang sama. ikatan yang terbentuk adalah ikatan tunggal. contoh senyawa Oksigen yang terhibridisasi sp3 adalah H2O. Dengan bentuk molekul bengkok.
Hibridisasi sp2 Oksigen
Oksigen akan melakukan hibridisasi sp2 karena orbtial-orbital hibrid akan membentuk 3 . ikatan sigma dan satu ikatan pi. hibridisasi sp2 akan membentuk ikatan rangkap 2 seperti pada alkena. Pada hibridisasi sp2, orbital 2s akan bergabung dengan dua orbital 2p dengan satu orbital p tersisa.
Hibridisasi sp Oksigen
Hibridisasi sp akan membentuk ikatan rangkap 3 seperti alkuna.pada hibridisasi sp, orbital 2s hanya bergabung dengan satu orbital-p, dan menyisakan dua orbital p. kemudian akan membentuk 2 ikatan sigma dan 2 ikatan pi. contoh : CO
Ikatan Rangkap Terkonjugasi
Ikatan rangkap
terkonjugasi
terjadi dalam senyawa organik
yang atom-atomnya secara kovalen berikatan
tunggal dan ganda secara bergantian (C=C-C=C-C) dan memengaruhi satu sama
lainnya membentuk daerah delokalisasi
elektron. Elektron-elektron pada daerah delokalisasi ini bukanlah
milik salah satu atom, melainkan milik keseluruhan sistem konjugasi ini. Adanya
ikatan tunggal menyebabkan ketidakstabilan pada ikatan rangkap sehingga senyawa
tersebut terdelokasi agar mencapai
kestabilan struktur.
Ikatan antar C-O lebih stabil
daripada ikatan antar C-C karena pada ikatan C-O, Atom O memiliki jumlah electron
yang banyak untuk disumbangkan ke atom C sehingga memiliki afinitas electron yang
lebih tinggi. Hal ini berbeda pada ikatan C-C yang memiliki jumlah electron yang
sama .
Isomer Cis-Trans
Terdapat dua bentuk
isomer cis-trans, yakni cis
dan trans.
Ketika gugus substituen berorientasi pada arah
yang sama, diastereomer ini disebut sebagai cis, sedangkan ketika
subtituen berorientasi pada arah yang berlawanan, diastereomer ini disebut
sebagai trans. Trans memiliki struktur yang lebih stabil dari pada cis karena
cis memiliki halangan rintangan sterik yang lebih rumit.
Isomer cis-trans memiliki
sifat fisis yang berbeda . Isomer
cis memiliki titik didih yang lebih tinggi dibandingkan dengan isomer trans. Sehingga
isomer trans lebih cepat mendidih karena
kerapatan electron trans lebih kecil dan kebolehjadian terbentuknya ikatran
trans lebih rendah sehingga ikatan mudah diputuskan.
Isomer
Trans memiliki titik leleh yang lebih tinggi dari pada isomer cis. Sehingga isomer
cis lebih cepat meleleh cis memiliki halangan sterik yang rumit, energy kinetic
cis yang besar dan struktur cis yang lebih dekat.
Mekanisme Pengarah Orto, Para, Dan Meta Suatu benzena yang sudah tersubstitusi dapat mengalami substitusi kedua dan menghasilkan disubstitusi benzena. Struktur dari substitusi pertama menentukan tempat dari substitusi kedua dalam cincin benzena. Misalnya, suatu gugus metil dalam cincin mengarahkan substitusi yang kan datang terutama ke tempat orto dan para. Sedangkan suatu gugus nitro dalam cincin benzena mengarahkan substitusi kedua yang akan datang terutama ke tempat meta.
a. Gugus Pengarah Orto dan Para
Semua pengarah orto,para adalah elekton donor,
baik karena resonansi atau karena pengaruh induksi . Gugus pada cincin akan
mengarahkan substituen yang baru masuk pada posisi orto, para atau meta sesuai
dengan gugus mulanya. Gugus mula tersebut yang disebut sebagai penentu
orientasi. Gugus yang merupakan activator kuat adalah gugus pengarah orto, para
(adisi elektrofilik mengambil tempat pada posisi orto dan para bergantung pada
activator). Orientasi ini terutama disebabkan oleh kemampuan substituen
pengaktif kuat untuk melepaskan elektron (gugus amino dan gugus hidoksil
merupakan gugus activator yang baik). dapat disimpulkan bahwa semua gugus
dengan elektron bebas pada atom yang melekat pada cincin ialah pengarah orto
dan para..
b. Gugus Pengarah Meta
Pengarah meta mempunyai atom bermuatan positif
atau sebagian positif yang terikat pada cincin benzena. Dalam reaksi
nitrobenzena, gugus nitronya tidak menambah kesetabilan intermedietnya. Malahan
intermediet substitusi orto, atau para dan keadaan transisinya kurang stabil
(karena energy yang tinggi), karena sebuah struktur resonansi mengandung muatan
positif pada atom berdekatan. Oleh karena itu, substitusi terjadi lebih banyak
pada tempat meta, sebab keadaan transisi dan intermediatnya pada tempat yang
berdekatan mengandung muatan positif. Dapat disimpulkan semua gugus dengan atom
yang langsung melekat pada cincin aromatik bermuatan positif atau merupakan
bagian dari ikatan majemuk dengan unsure yang lebih elektronegatif ialah
pengarah meta.
selamat siang , saya ingin bertanya mengenai pengaruh resonansi. saya belum mengerti apa itu resonansi dan bagaimana resonansi dapat berperngaruh pada Gugus Pengarah Orto dan Para. terimakasih.
BalasHapusAssalamu'alaikum warahmatullah
BalasHapusNovi, kenapa isomer cis memiliki titik didih lebih tinggi daripada isomer trans ?
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusselamat malam santa
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan anda, Resonansi adalah delokalisasi elektron pada molekul atau ion poli atomic tertentu dimana ikatannya tidak dapat dituliskan dalam satu truktur Lewis. Struktur molekul atau ion yang mempunyai delokalisasi elektron disebut dengan struktur resonan. Dan ini telah menjelaskan bahwa mengapa benzene sulit untuk di lakukan pemutusan ikatannya.Pada salah satu dari ketiga penyumbang resonansi pada ion Benzenonium antara (intermedia) untuk subsitusi orto atau para, muatan positip berada pada karbon pembawa metil. Penyumbang resonansi itu ialah karbo kation tersier dan lebih stabil dari pada penyumbang lainnya yang merupakan karbo kation sekunder. Baik dalam hal serangan orto atau para, salah satu penyumbang pada ion benzenonium intermediet menempatkan muatan positif pada karbon pembawa hidroksil. Pergeseran pasangan elektron bebas dari oksigen ke karbon positif menyebabkan muatan positif terdelokalisasi lebih jauh, yaitu ke oksigen. Tidak mungkin ada struktur seperti ini pada serangan meta. Dengan begitu, gugus hidroksil ialah pengarah orto,para.
terimakasih
waalaikumsalam winda
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan anda, Isomer cis memiliki titik didih lebih tinggi dibandingkan dengan isomer trans. karena gaya antarmolekul kuat dalam isomer cis. Misalnya pada 1,2-dikloroethene, ketika molekul yang cis, dua atom klorin elektronegatif berada di salah satu sisi molekul. Karena itu, sisi molekul akan memiliki sedikit muatan negatif, sementara sisi lain akan memiliki muatan sedikit positif. Oleh karena itu, molekul menjadi kutub dan interaksi dipol-dipol dapat terjadi antara molekul. Kekuatan-kekuatan ekstra antarmolekul pada isomer cis memberikan titik didih lebih tinggi dibandingkan dengan isomer trans.
terimakasih
assalamuaikum, saya ingin bertanya dari materi yang anda jelaskan diatas,jika suatu atom karbon dihibridisasi, ikatan apakah yang terbentuk? dan mengapa demikian? tolong jelaskan:)
BalasHapuswaalaikumsalam dian
BalasHapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan anda,
jika mengalami hibridisasi sp, Salah satu contoh pada Berilium diklorida. Berilium mempunyai 4 orbital dan 2 elektron pada kulit terluar. Pada hibridisasi Berilium dijelaskan bahwa orbital 2s dan satu orbital 2p pada Be terhibridisasi menjadi 2 orbital hibrida sp dan orbital 2p yang tidak tribridisasi.Hibridisasi sp membentuk geometri linear dengan sudut 180.
jika mengalami hibridisasi sp2, Salah satu contoh pada Boron trifluorida. Boron mempunyai 4 orbital tapi hanya 3 eletron pada kulit terluar. Hibridisasi boron mengkombinasikan 2s dan 2 orbital 2p menjadi 3 orbital hybrid sp2 dan 1 orbital yang tidak mengalami hibridisasi.Orbital hybrid sp2 menjadi bentuk trigonal planar dengan sudut ikatan 120.
jika mengalami hibridisasi sp3, sebagai contoh Pada CH4, empat orbital hibrid sp3 bertumpang tindih dengan orbital 1s hidrogen, menghasilkan empat ikatan sigma. Empat ikatan ini memiliki panjang dan kuat ikat yang sama dan berbentuk tetrahedral.
terimakasih